.......Napas Kehidupan Adalah Keyakinan........

Senin, 23 Februari 2009

revolution
Ingatlah Saudara Seperjuangan ku....!!!
Jangan Pernah Surut Akan Perjuangan Mu
Karna Perjuangan Adalah Awal Dari Kemenangan

Berteriaklah Sekeras Mungkin 
Agar Dunia Tahu Bahwa Engkau Ada
dan Siap Memperjuangkan 
Apa Yang Menjadi Tekad Dalam 
Perjuangan Mu....!!!


baca selengkapnya..

Selasa, 10 Juni 2008

TIM SUKSES YANG TIDAK SUKSES

Sore itu sekitar jam 16.30 Wib, aku lagi santai sambil minum secangkir kopi di warung kopi Sari Wangi, lama juga aku duduk sendiri di warung itu, ku ambil hand pone di saku celana jeans ku yang berwarna hita, mulai ku kotak-kati hand pone ku, kuperatikan layar monitor hp ku itu, ku teliti nama-nama rekan ku, tiba-tiba ku ingat seorang teman yang sudah lama tidak pernah bertemu dengan ku namanya Ayi, dia seorang laki-laki dengan badan besar, kucoba untuk menelpon Ayi maklumlah karena sudah lama tidak berhubungan dalam benak ku jangan-jangan dia sudah ganti kartu hp, tapi sukur lah begitu ku telpon langsung nyambung ke hpnya
“hallo…..ini Ayi ya ?.....”
“ia….apa kabar mu ger…”
“baik jak masih ingat yan dengan aku, aku kira sudah lupa, maklumlah kan sudah jadi tim sukses Gubernur”
“msih ingat lah masa lupa dengan kawan seperjuangan, lagi dimana sekarang”
“sinilah aku lagi nyantai di warkop sari wangi ni”
“ok aku kesana sekarang”
Tak lama kemudian Ayi pun datang, dan langsung berjabat tangan dengan ku sebagai tanda kesolitan persahabatan kami.

lama juga kami berbincang- bincang seputar perjuangannya menjadi tim suksue salah satu calon Gubernur yang telah mejadi Gubernur sekarang, pertama memang Ayi sangat semangat menceritakan perjuangannya, tapi lama-kelamaan cerita itu semakin meredup, dan Ayi mulai menceritakan tentang kekecewaannya, ternyata selama calon Gubernur itu telah menjabat sebagai Gubernur Ayi tidak pernah diperhatian, jangankan untuk di berikan pekerjaan di sapa saja tidak pernah, padahal kalau mau jujur dia adalah salah satu pejuang militant yang tanp pambrih berjuang di garis depan, dengan kata lain ujung tombak perjuangan, bahkan beberapa kejadian sering meyerempet jiwanya, namun apa yang di dapatkan dari semua itu ?………………….. hanya kenagan usang dengan berbagai kepahitan di dalamnya.
Sejenak ia menghidupkan rokok Sampoerna Mild yang selalu menjadi teman dalam kesendiriannya dan kekecewaannya, kulihat wajahny yang mulai memerah terpancar kekecewaan yang luar biasa di dalamnya, sambil meneguk kopi yang ada di depan kami Ayi mulai melanjutkan ceritannya, ada salah satu yang menarik dalam cerita Ayi, mereka yang dulunya bukan pejuang bahkan mereka yang dulunya menentang habis-hbisan sang calon Gubernur, ketika sang calon Gubernur telah menjadi Gubernur tiba-tiba mereka yang menentang dan tidak samam sekali berjuang menyulap diri menjadi seorang pahlawan yang gagah perkasa dengan kata lain menjadi “penjilat kaki sang Raja”, sementara mereka yang selama ini berjuang menjadi “orang terbuang ditengah kemenangan”, dalam benak ku sangat benarlah kalau sekarang mereka kecewa dengan perjuangan mereka, bahkan kalu pun mereka berontak itu hal yang wajar, karena mata sang raja tidak lagi mengarah pada mereka, tetapi pada yang lain dengan tidak memperdulikan mereka lagi karena mengatasnamakan nasionalisme, Ayi lebih menegaskan lagi semua ceritanya, sebenarnya dimana hati nurani orang yang telah mati-matian mereka perjuankan, yang di anggap bias menjadi panutan masyarakat dan para pejuangnya, memag sangat laur biasa baru sekarang aku mendengar “Tim Sukse Yang Tidak Sukses”.

Ini hanya sekelumit cerita pedih yang dialami oleh mereka yang berjuang, mungkin selama ini orang kecewa karena kalah dan gagal tetapi cerita ini sangat berbeda karena kemenangan yang diraih dengan penuh kekecewaan

baca selengkapnya..

OBAT NGANTUK PALING MUJARAB



S
ia
ng itu cuaca memang cerah dan udara agak panas membuat mtaku yang tadinya cerah menjadi redup karena materi yangdiberikan oleh para pembicara membutuhkan konsentrasi ekstra, maklumlah karena mulai dari pagi sampai siang itu kami mengikuti pelatihan yang di adakan oleh salah satu lembaga yang ada di Pontianak yaitu lembaga LPAKAR, aku berusaha untuk tidak terlihat ngantuk didepan peserta-peserta lain, hingga mata ku tertuju pada salah satu peserta yang lagi senyum-senyum sendiri, memang aneh ditengah-tengah peserta yang hamper semua matanya redup ternyata masih ada yang tetap cerah aneh memang terlintas di fikiranku “hebat ternyata dia tetap konsen mengikuti pelatihan ini”. Tak lama kemudian konsenterasiku terfokus kembali pada seorang pembicara yang masih mengupas tentang bahan yang akan kami diskusikan, lama juga aku memperhatikan materi itu, namun tanpa ku sengaja mataku tertuju kembali pada nya, dia tetap saja senyum-senyum sendiri aku mulai berfkit “ aneh benar orang ini dari tadi senyum-senyum sendiri apa yang ia pikirkan” tanpa fikir panjang ku ambil HP ku yang masih dalam saku celana ku, malai ku fokuskan kamera HP kepadanya klik…klik…klik…klik.
Setelah ku foto dengan kamera HP ku, mulai kulihat hasilnya ternyata memang unik fotonya, apa yang ada di dalam benak ku ternyata salah, karena perkiraan ku tadi ia medengarkan denga seksama apa yang di bahas dalam pelatihan itu, rupa-rupanya bukan, ada sesuatu yang menarik yang ada di depannya. Seorang wanita berambut panjang dan ikal, bermata bulat, manis dan berbodi sintal itulah yang jadi perhatiannya. Seketika itu pula aku menahan tertawaku maklumlah karena masih dalam kegiatan pelatihan, namun tak berlansung lama aku cepat pergi keluar karena tidak mampu lagi menahan tertawaku begitu aku keluar ha…ha…ha…!!!, setelah lega aku beranjak masuk kembali kedalam ruangan itu seketika juga rasa ngantuk ku pun hilang.
Maafkan aku kawan karena foto dan ceritamu ku tulis di blog ku ha…ha…ha barvo sobat.

baca selengkapnya..

Rabu, 21 Mei 2008

REMAJA DAN GLOBALISASI

Kemajuan di era globalisasi saat ini mulai terasa, banyak perubahan-perubahan yang sangat signifikan baik dari segi pemeritahan, perdagangan dan pendidikan, kita menyadari dan merasakan dampak itu baik disengaja maupun tidak, namun beda halnya bagi kaum muda mereka menangapi kemajuan global itu sebagai awal dari kebebasan hidup bagi mereka, banyaknya pengaruh luar yang masuk sehinga para kaum muda ini tidak lagi bias membedakan mana yang boleh di tiru mana yang tidak, semenjak mereka merasa nyaman dengan hal itu mereka akan menjalaninya walau kadang kala resiko yang diakibatkannya sangat besar, pendidikan formal tidak lagi menjadi senjata yang ampuh untuk mengembleng mereka, justru kadang kala ditmpat mereka dididik disitulah pergaulan yang tidak masuk diakal sehat kita mulai menyebar, mulai dari obat-obatan terlarang, minuman keras, sampai sex bebas, fasilitas pendidikan pun dijadikan alat transaksi, namun kita juga tidak bias menyalahkan para pendidik karena kemampuan dan tenaga mereka pun terbatas sementara para anak didik mereka sepuluh kali lipat banyaknya dari para pendidik ini tadi, sementara pihak pemerintah pun mulai merealisasikan tentang pembinaan kaum muda, yang jadi pertanyaan bagai mana para orang tua mereka ?......... kendala yang di hadapi selama ini kurang kontrolnya para orang tua terhadap anaknya, mereka cendrung percaya kalau anaknya disekolah pasti baik atau mereka percaya anaknya ketika berangkat kesekolah benar-benar belajar, sehingga para orang tua tidak perlu lagi mengecek anak-anak mereka alasan yang sangat mendasar mengapa para orang tua percaya kalau anaknya pasti akan kesekolah dan belajar karena menurut mereka ada guru yang akan senantiasa mengawasi anak-anak mereka di sekolah, tapi kalu kita mau lebih jeli lagi coba kita liat masih banyak anak-anak sekolah secara diam-diam tidak mengikuti pelajaran di sekolah alias bolos sekolah, inilah gambaran polemik yan di hadapi para orang tua, memang sangat tragis.

Sore itu sekitar jam 16.30, aku dan beberapa orang kawan nongkrong disalah satu warung kopi di pusat kota Pontianak, karena lama tidak bertemu dengan mereka jadi banyak sekali cerita mulai dari mengenang masa lalu sampai cerita bagaimana kehidupan sampai hari ini, sembari menikmati kopi panas dan goreng pisang khas Pontianak, tak lama berselang datang sekelompok anak sekolah berseragam abu-abu, mereka pun nongkrong di sebelah kami , awalnya kami tidak hirau dengan mereka karena agapan kami mungkin mereka hanya sekedar ingin melepas penat dikepala setelah selesai belajar, lama juga kami disitu namun para gadis berseragam abu-abu ini juga belum beranjak dari tempat mereka, lalu salah satu teman ku iseng bertanya pada mereka.
“ de’ abang-abang ni mau kenalan boleh dak ?...
“boleh dong bang !!!.... jawaban itu terlontar dari salah seorang gadis berseragam abu-abu tadi.
“namanya siapa ?.... kawan ku mulai bertanya
“Namaku Indah bang, kalu abang siapa namanya ?...
“nama abang Roby ?.....
Gadis berparas cantik itu pun tersenyum “Namanya Bagus ya bang!!!...
Kawan-kawan ku yang lain masih tidak menghiraukan mereka termasuk aku karena kami masih asik cerita tentang kenagan waktu kami masih sama-sama duduk dibangku kuliah dulu, tapi tiba-tiba Indah tadi mulai mendekati kami.
“bang aku boleh gabung kan dengan abang-abang ?....
“boleh dong jawab kami
Namun kawan-kawan indah yang lain satu demi satu mulai hilang bak ditelan bumi, hingga tinggal indah sendiri lagi yang masih duduk dengan kami, tak lama aku pun bertanya pada indah
“Emang indah endak di cari orang tuanya jam segini endak langsung pulang kerumah ?...
“engak kok bang udah biasa kayak gini, biasa juga pulang tengah malam !!!
Aku pun setengah terkejut pertanyaan mulai bermunculan dibenak ku, lama juga kami ngobrol-ngobrol maklumlah karena jaman kami masih duduk di bangku sekolah sangat jarang mendapati kawan-kawan sepulang dari sekolah langsung keluyuran, yang ada hanya memikirkan tugas yang diberikan oleh guru harus dikerjakan malam ini, saking penasarannya aku pun mulai memancing dengan pertanyaan-pertanyaan.
“Indah kalau pulang larut malam apa aja yang dikerjakan ?...
“kalau aku sih bang ya ikut kawan-kawan ngedugem, jawab indah sembari tersenyum
Robi dan Adi pun tidak mau ketingalan karena saking penasarannya mereka berdua langsung melontarkan pertanyaannya lagi.
“wah seru dong boleh ikutan gak pancing Adi
“boleh kalau abang mau, sekalian kita boking kamar aja gimana bang
“wah….Cuma abang gak ada uang ni ?...
Merasa sudah terpancing indah pun langsung pamit karena rupanya sudah ditungu oleh sebuah mobil yang parkir tak jauh dari tempat kami nongkrong tadi.

Ini hanyalah sekelumit realita yang kita temui saat ini, masih banyak lagi hal-hal yang serupa yang selalam ini belum pernah ternguak di permukaan, saat ini para orang tua tidak lagi bisa menyerahkan anaknya pada para pendidik disekolah, yang paling penting adalah pendidikan dirumah bagaimana seorang anak merasakan kedekatannya peda orang tua mereka, sehinga ada ikatan yang kuat dan ada kontrol di dalamnya, yang secara otomatis akan menciptakan kendali terhadap sianak itu sendiri, dan yang paling penting adalah perhatian secara penuh dan berkelanjutan dari orang tua pada anaknya baik secara internal maupun exsternalnya.

baca selengkapnya..

Rabu, 09 April 2008

HILANGNYA DAMAI


Selama inikedamaian seperti terisolir bahkan di pingirkan, banyak kejadian-kejadian yang bertolak belakang dengan kedamaiana, inilah dasar mengapa kita tidak pernah bisa berkembang, semakin kita jauh dari kedamaian semakin kita akan kerdil, sebenarnya kedamaian sangatlah sakral karena kunci dari segala sesuatu hanyalah damai, kalau kita bertanya pada khalayak ramai tahukah anda dengan damai, pasti mereka akan menjawab tahu, karena damai bukanlah sesuatu yang asing di telinga masyarakat pada umumnya, namun sangat sedikit orang paham apa itu damai.Dewasa ini banyak kejadian-kejadian anarkis, seperti konflik antar etnis, agama, ras bahkan konflik di dalam diri pribadi kita sendiri, penyebab utamanya adalah tidak beraninya kita menciptakan dama itu sendiri, sangat fenomenal memang apa yang di alami oleh negeri ini, terlebih lagi adanya tekanan ekonomi dan tekanan politik yang seperti bom waktu bisa setiap saat meledak dan mempeorak-porandakan yang ada di sekelilingnya, padahal kalu dilihat dari segi pendidikan formal dan non formal masyarakat di negeri ini sudah cukup untuk menciptakan dan merealisasikan damai itu sendir, banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul, beragam tangapan yang keluar,namun belum cukup untuk menciptakan kedamaian itu sendiri, memang untuk menciptakan rasa damai itu sangatlah sulit kalu tidak ada pembinaan yang mendasar dalam pribadi individu di tambah lagi hasutan-hasutan dari oknum-oknum yang tidak suka akan kedamaian di negeri kita, lengkaplah penderitaan negri ini.Kita akui memang kelemahan kita selama ini kurang sadarnya kita untuk merealisasikan kedamaian dalam komunitas masyarakat secara prural, dan tidak adnya sosialisasi langsung dari instansi terkait tentang konsep damai secara prural, sehingga konsep damai di salah artikan dengan menciptakan damai itu di satu komunitas saja dengan meniggalkan komunitas yang lain, padahal untuk hidup, kita tidak hanya mengandalkan satu komunitas saja tapi perlu menjalin ikatan dengan komunitas lain.Damai adalah suatu konsep dasar dalam membangun diri pribadi dan membangun rasa saling menghargai antara satu dengan yang lain, dengan tidak mengurangi makna yang ada di dalam damai itu sendiri, karena damai bisa memberikan keberagaman atau warna yang indah, selama ini kita selalu berharap ada orang lain yang bisa menciptakan damai, inilah kelemahan yang mendasar pada masyarakata kita selalu berharap pada orang lain, padahal sebenarnya damai itu bisa diawali dari hal yang lebih kecil yaitu pada diri kita sendiri, untuk menciptakan damai tentu ada langkah-langkah yang harus kita buat, langkah yang paling mendasar adalah adanya komunikasi yang baik dan terarah secara terus menerus dan bisa menanamkan rasa saling percaya antara satu sama lain, serta saling menghargai dan paham apa itu keberagaman, namun biasanya ada satu yang lupa yaitu bagaimana kita menekan sekecil mungkin rasa egoisme dalam diri pribadi kita, satu contoh yang paling kecil yaitu alam, mengapa setiap orang yang hidup di tengah alam tetap merasakan damai, karena sebelum alam menciptakan damai disekelilingnya terlebih dahulu alam menciptakan damai itu di dalamnya sendiri, seperti semak yang hidup di tengah pepohonan yang besar mereka saling memerlukan dan saling melindungi begitu, seperti burung-burung dan binatang lain yang hidup tak bisa lepas dari pepohonan walau berbeda jenis bentuk serta sepsies tetapi mereka bisa hidup berdampingan dan tidak saling merusak, mengapa manusia sebagai mahluk yang di berikan akal dan pikiran tidak bisa seperti mereka ?........................sunguh indah memang kalau seandainya manusia yang diciptakan dengan akal dan pikiran bisa seperti mereka. Namaun damai hanyalah damai, dianggap zargon yang telah usang untuk di pergunakakan, menurut peribadi saya semakin pintar orang itu semakin bodoh pulalah ia, hingga yang kelihatannya berisi ternyata kosong, inilah yang terjadi di tengah masyarakat kita saat ini. Negeri ini memang membutuhkan obat, karena banyak sekali penyakit-penyakit kronis yang telah ada di dalanya, bahkan sudah menjalar kesegala penjuru, mungkin ini sudah tertanam sejak lama tapi apa salahnya, kalau kita mau sedikit merubah sistem yang melekat pada diri kita, karena masih sedikit sekali orang yang mau menyuarakan damai, adapun yang berani menyuarakannya, itu hanya untuk orang disekelilingnya namun untuk dirinya sendiri masih belum bisa, karena masih di kekang rasa ego, satu yang pasti untuk menyuarakan damai kita harus berbuat damai untuk diri kita sendiri barulah kita bisa berteriak damai sekuat-kuatnya untuk semua.

baca selengkapnya..

Senin, 31 Maret 2008

MAHASISWA DAN POLITIK

By. Gery
Mahasiswa adalah orang-orang yang di anggap kaum intelek muda yang di persiapkan untuk memegang kendali negri ini, dengan segudang ilmu yang di dapat di bangku kuliah dan kemampuan itelektual yang lebih mereka dianggap bisa mengontrol roda pemerintahan, kita patut acungi jempol karena sudah dibuktikan dengan jatuhnya mantan orang no. 1 di Indonesia pada masa pemerintahan orde baru, dibaringi dengan keyakinan dan keberanian serta intelektual mereka membuktikan pada dunia bahwa mereka bukan hanya sekelompok anak muda yang mengali ilmu dan Cuma duduk dikelas tempat mereka belajar tetapi juga bisa berkarya untuk tanah airnya.
Seiring kemajuan percaturan politik di negeri ini, banyak hal yang telah berubah dari mahasiswa, banyak polemik yang tergambar di dalamnya, karena mulai di tanamkannya paham politik baru terhadap mereka, sehingga apa yang menjadi tongak perjuangan sudah tidak di pegang lagi.
Orang-orang yang dianggap tokoh sekaligus bapak bagi mahasiswa pun hilang seperti di telan bumi, tidak ada lagi tempat untuk berpijak bagi mereka, jalan yang tadinya lurus mulai berkelok-kelok, mereka mulai di ombang-ambingkan oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan, sungguh teragis memang namun inilah keadaan yang harus di hadapi.

Siang itu aku melewati bundaran bambu kuning di jalan Ahmad Yani Pontianak, tiba-tiba jalan menjadi macet, saking penasarannya aku bertanya-tanya dalam hati ku, kejadian apa yang ada di depan sana, perlahan aku menyelinap dengan sepeda motor di antara mobil-mobil, tak lama terdengar teriakan dan yel-yel di kumandangkan serta panji-panji dikibarkan, seakan menabuh genderang perang dalam pertempuran, tak kalah hebatnya blokade coklat pun mulai dibentuk untuk menahan masa dari mahasiswa, tetapi tidak membuat masa dari mahasiswa mundur, bahkan mereka dengan kekuatan yang ada berusaha menembus barisan pagar betis dari kepolisian, adu mulut sarta ejek –mengejek pun mulai terjadi , aksi dorong- mendorong pun dilakuakn, tak lama terdengar suara Dor…dor….dor, rupanya tembkan peringatan untk menyuruh mahasiswa mundur, namun para mahasiswa seperti tak pernah terusik dengan suara nyaring tembakan itu. Sehingga membuat aparat kepolisian tanpa ragu melayangkan rotan yan di pegang mereka di tubuh para mahasiswa, buk…buk…buk sayup-sayup terdengar di telinga ku, korban pun mulai berjatuhan, ada yang pingsan dan ada pula yang terluka.
Inilah masalah yang dihadapi belakangan ini, tanpa disadari oleh mereka, mereka telah dimanfaatkan oleh para elit politik, karena mahasiswa adalah objek yang sangat strategis untuk di garap, pasilitas pendukung ada di dalamnya, mulai dari keintelektualan, umur, dan kemampuan, serta masih awamnya pemikiran mereka tentang politik, mengapa tidak ada Pembina dan bimbingan oleh mereka-mereka yang di anggap mampu, padahal mahasiswa adalah omset terbesar bagi negeri ini, yang di persiapkan untuk melanjutkan roda disegala bidang terhadap negeri ini.


menurut Ari, S.Pd seorang mantan aktifis BEM UNTAN yang baru menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di UNTAN, demo sebenarnya tidaklah jelek karena kawan-kawan mahasiswa ingin menyuarakan tuntutan masyarakat yang selama ini terpingirkan oleh pemerintah, Cuma kadangkala tanpa disadari kawan-kawan, ada yang menunggangi gerakan-gerakan ini sehingga yang tadinya murni perjuangan mahasiswa, lalu berubah menjadi muatan politik, dari pengalaman ini tadi kawan-kawan merubah system pergerakan, kawan-kawan lebih selektif dan sangat hati-hati dalam mengambil keputusan untuk pergerakan. Karena kejadian yang sudah-sudah banyak sekali korban yang berjatuhan padahal yang di suarakan hanyalah kepentingan oknum-oknum semata, yang sangat menyakitkan ketika adanya musuh dalam selimut didalam kelompok kita sendiri.
Sedangkan menurut Petrus mantan aktifis STKIP Pontianak, untuk turun menyuaraan aspirasi, mereka sangatlah selektif dan harus mempunyai kejelasan apa tujuan dari perjuangan mereka, murni atau semata-mata kepentingan oknum-oknum, ketelitian dan kselektifan lah yang di perlukan supaya kawan-kawan bisa memilah mana yang benar-benar murni dan mana yang hanya kepentingan oknum, karena kawan-kawan belajar dari pengalaman juga, sama dengan yang di utarakan oleh Ari.


Sebenarnya demo tidaklah jelek karena suatu tindakan perjuangan untuk masyarakat yang hak- haknya dirampas, mahasiswalah yang mampu meneriakan hal itu, namun keintelektualan mereka terkadang dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang mempunyai kepentingan. sehingga unsur kebenaran dan kemurnian di dalamnya secara perlahan terkikis habis, yang ada hanyalah muatan-muatan politik dan kepentingan pihak-pihak tertentu, ditambah lagi profokasi /cuci otak, yang menjadikan penyimpangan dan pengkaburan makna kemurnian perjuangan itu sendiri, sehingga yang di perjuangkan mereka terlihat mempunyai isi namun kosong, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali apa yang sesungguhnya mereka perjuangkan dikarenakan takut pada senior atau hanya karena solidaritas, belum lagi para elit politik megiming-imingi segala kemewahan, inilah yang membuat keintelektualan mereka padam padahal belum tentu segala hal yang di iming-imingkan itu akan di penuhi.

Ketelitian dan kejelianlah yang harus di utamakan, satu yang pasti masyarakat akan selalu mendukung atas perjuangan dan jerih payah kawan-kawan mahasiswa dalam memerangi ketidak adilan bagi masyarakat.“Kepalkanlah Tinju mu keawan, Kibarkan Bendera Keadilan, Teriakan Suara Kebenaran”

baca selengkapnya..

HUTAN ADALAH HIDUP KU


Hijaunya pepohonan rimbunyan denaunan membuat aku betah di dalam nya, udara yang segar kicauan burung yang merdu serta gemercik air pegunungan mengalur merdu ditelingaku, tidak ada hingar bingar yang ada hanyalah ketenangan yang ada. banyak kenangan disana yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, terkadang untuk menghabiskan masa sengang ku, aku berada disanan dengan membawa sebatang pancing aku menikmati alam, sunguh indah.
Seperti biasa sepulang sekolah aku dan temn-teman kecil ku selalu bermain di tengah hijaunya hutan maklumlah karena aku hidup dan tingal di sebuah dusun yang kecil nama dusun ku dusun paci sekitar 1Km dari kota kecamatan, bagi ku htan adalah segalanya karena separuh penduduk di dusun ku hidup melalui hasil hutan.


Memasuki tahun 90-an, perambahan hutan pun sudah mulai terjadi dimana-mana, termasuk hutan dimana aku dan kawan-kawan ku semasa kecil menghabiskan waktu bersama, sedikit demi sedikit hutan itu berubah menjadi lahan yang kosong tak satu pun batang kayu yang besar di temui, hanya rerumputan dan ilalang saja yang tumbuh, memang sungguh teragis namun itulah kenyataannya hutan yang tadinya tempat untuk hidup, kini berubah menjadi lahan tandus yang gersang, tapi ada keanehan yang terjadi ketika pemerintah mengeluarkan peraturan daerah tentang illegal loging, para perambah hutan pun mulai mengkambing hitamkan penduduk, seolah-olah penduduklah yang membabat habis hutan itu, dengan alasan ladang berpindah, padahal kalau kita melihat kejadian yang ada di lapangan sama sekali alasan itu tidak masuk diakal sehat kita, karena masyarakat hanya mengunakan sistem tradisional yang diterapkan turun temurun oleh nenek moyang mereka, dan sangat tidak mungkin kalau masyarakat mampu mengeloloa lahan beratus-ratus hektar luasnya, itulalah fnomenan yang terjadi ibarat kata pepatah “sudah jatuh tertimpa tanga” , penertiban lahan berpindah pun mulai di galakkan oleh pemerintah sehingga timbul masalah baru yang sangat mendasar di kalangan para petani tradisional karena tidak ada lagi lahan untuk bertani, sehingga timbul masalah kekurangan pangan yang,
Siapa yang harus disalahkan masyarakat, para perambah hutan/illegal loging, atau pemerintah?..............
Beragam tangapan yang beredar, mulai dari kalangan masyarakat LSM sampai pemerintah, namun tanggapan hanyalah tangapan tidak ada solusi kongkritnya karena kurangnya tindakan teknis yang dilakukan di lapangan.

Fenomena yang selama ini sebenarnya tak perlu terjadi kalau kita bisa menyikapinya dengan baik dan adanya komunikasi yang terjalin baik antara masyarakat dengan pihak-pihak terkait, untuk penangulangan harus di adakan reboisasi penghijauan kembali serta kroscek berkala di lapangan baik dari pihak terkait maupun dari masyarakat itu sendiri, sehingga tidak ada ketimpangan dan kesenjangan yang selama ini selalu timbul seperti firus.

baca selengkapnya..

Always